bagaimana mereka tau q tlah m'baix
bgaimana mreka tau q sudah bisa memahami
agaknya 1 penilaian sudah terpatri tetap
buahkan hasil takkan ubah
pandanglah aku sebentar saja
genggamkanlah kepercayaanmu
aku bisa kau bawa dalam belenggumu
buat aku masuk belenggumu
bukankah tak pasti jurang?
dibalik gelap halimunku
itu hatiku saad ini
ada t4 tuk sinngah
btapa ada yg tak mengerti
q menunggu sesuatu
nampak'a bukan lg lemah
tp mimpiku kian padam
dimana sebuah harapan yg sempat disinari
mudahkah untuk diminta lagi
ternyata lakumu menjawab
kenyataan sedang mengiyakan
hatiku pipih dilarung gelap
mendapat permainan
yang tak seimbang
sayapku layu
lebih dari patah
ada sesuatu yg tak berbalas
perih ini membebaniku
SENDIRI
malam semakin jd pemuja
sementara aku
semakin terpisah dari kawanan-kawananku
merenung seorang
akankah datang mereka-mereka?
ku rebak sendiriku
menghitung waktu
aku adalah seorang kesepian
bingar mau enggan jadi bagian
aku lunta yang kesedihan
mengemis pelipur dgn diam
hatiku terus luruh
pudar dibawa edar masa
tak ada yg memanggilku
aku tetap diam yg sepi
ahir waktu
jingga yg berarak
merebak dalam hatinya
ia berjalan dalam ombak
dan menenggelamkannya
mata basahnya tak lagi terlihat
hanya senyum kepergian
di senja kala
ia mengantar mimpi
dengan nafasnya yang senggal
kini mimpinya sudah dipucuk tertinggi
dalam kedalamannya
detiknya sebentar lagi habis
ia termakan cintanya sendiri
dan memenggal lari sebuah kenyataan
Sabtu, 02 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar